Selasa, 16 Maret 2010

Menulis blog lagi: Cikarang-Bandung-Sumedang

Tak terasa 7 bulan sudah merintis usaha rumah makan sederhana dengan segala dinamikanya, dimulai dengan mempekerjakan dua orang karyawan. Bertahan hingga 3 bulan lalu keluar. Nyari orang untuk bantu bagian dapur ternyata tidak gampang, terpaksa warung tutup selama sebulan. Akhirnya usaha ini dikelola sendiri bersama istri. Selama 1 bulan setengah, jam 3.30 pagi pergi belanja ke pasar sementara istri menyiapkan bumbu dan mulai memasak bahan kemaren yang masih tersisa.
Untuk menghilangkan kejenuhan akhirnya kami putuskan untuk refreshing ke Bandung, bersilaturahmi dengan keluarga disana. Sekalian untuk minta resep sambel untuk ayam goreng.
Sabtu pagi terpaksa Kiki tidak masuk sekolah karena gak mungkin ditinggal dirumah sendirian.
Jarum jam menunjukan pukul 07.00, perjalanan menuju Bandung dimulai. Keluar jalan Citarik ambil arah Rengas Bandung. Jalanan belun terlalu ramai, hanya ada beberapa biker yang kearah Karawang, kupacu "belalang tempur" kuning dengan kecepatan 70 kpj. Wah...., ada yang tidak beres dengan motorku. Ternyata rantai roda belakangnya kendor. Terpaksa speednya dikurangi sambil cari-cari bengkel motor mulai dari Multistrada hingga akhirnya berhenti sebelum stasiun Klari.
Setelah rantai dikencangkan, kamipun melanjutkan perjalanan melalui Cikampek, Purwakarta lalu berbelok ke arah Sadang. Sengaja jalur yang kami pilih lewat Sadang, tidak lewat Padalarang karena tanjakannya tidak terlalu curam.
Jalanan dari Sadang ke Kalijati-Subang ini hanya bisa dilalui untuk 2 jalur mobil sehingga harus ekstra hati-hati tatkala akan menyalip kendaraan didepannya. Melewati rimbunnya kebun karet terasa teduh perjalanan ini. Didepan ada biker, nampaknya sales roti membawa keranjang roti yang berisi roti. Ada sparing partner nih, bisa susul menyusul. Ternyata jauh juga area sales roti tsb, jalan beriringan dari Sadang hingga jalan Cagak yang terkenal itu.
Dari jalan Cagak kami ambil arah kanan menuju Ciater. Tanjakannya tidak terlalu curam, cukup landai tapi jaraknya panjang. Dengan segala kemampuannya, Pesona 5 bisa menaklukan tanjakan panjang. Persimpangan ke arah pemandian air panas Ciater sudah lewat. Banyak sekali objek wisata yang kami lewati diantaranya Gunung Tangkuban Parahu, perkemahan Cikole.
Dari Lembang jalanan menurun dan berbelok hingga akhirnya sampe ke Ledeng. Udaranya yang sejuk menghilangkan penat berkendara selama 4 jam.
Cihampelas dilewati dengan sedikit tersendat hingga fly over Pasopati.

3 komentar:

yumnibiz mengatakan...

Perjalanan yg bikin semuanya panas ...boleh juga di coba nih.
route jalan itu pernah saya coba tapi pakai zebby.

MasGun mengatakan...

Lebih seru pakai motor Pak, apalagi kalo konvoy. Kapan-kapan kita turing ke Gn. Tangkuban Perahu seru juga kayanya

al-asyhar mengatakan...

Saya juga pengen naik motor ke Subang. Tapi belum kesampean. Sejak anak saya yang sekolah di Subang klas 7 sampai sekarang mau lulus, belum berani nyoba. Takut ngantuk di jalan.