Senin, 18 Mei 2009

Bisnis Pakaian Muslim (part 2)

Sesampainya di rumah, otak berputar keras bagaimana memperoleh uang untuk modal. Saya coba cari pinjaman ke saudara, alhamdulillah dari 5 juta yang diajukan yang di acc hanya 2 juta saja. Tak mengapa, yang penting jalan.

Akhirnya senin siang datang ke toko baju poeti, kebetulan Pak Afrizalnya lagi gak ada. Sehingga hanya dilayani oleh penjaga tokonya.

Pengennya sih kita di kasih masukan dari pihak toko karena kan sudah lebih berpengalaman, bagaimana memilih model, model apa yang sedang trendy dan diminati. Mungkin perlu ditambah bagian customer service juga kayanya.

Akhirnya dipilihlah pakaian secara acak baik dari segi model, ukuran dan warna. Setelah selesai pilih-pilih, dibayar lalu pulang. Rencananya akan ditawarkan ke ibu-ibu TK Negeri Pembina dulu untuk sampel.

Responnya cukup baik, bahkan ada juga yang ingin bantu jual dengan persentase tertentu. Kebanyakan mereka tidak keberatan dengan sistem 2 kali bayar/tempo 2 bulan. Ada yang kasih tanda jadi, sisanya setelah gajian. Ada yang cocok dengan model, tapi ukurannya gak sesuai. Belum lagi ada tambahan permintaan. Order udah masuk tapi modal kurang, akhirnya terpaksa kartu kredit yang rencananya gak akan dipakai lagi mau digunting digesek lagi.

Hari Sabtunya istriku mau pulang ke Anyer, sekalian aja bawa pakaian ditawarin disana. Kebetulan ada kakak ipar yang mau bantu jualin, akhirnya diangkat aja sub agen. Selain itu ada juga ada adik ipar di Cilegon mau ambil pakain buat dijual lagi, kasih sampelnya dulu aja karena kebetulan gak bawa katalog yang cukup.

Responnya sungguh luar biasa, sekembalinya ke Cikarang pesanan mulai mengalir, 12 potong dan 14 potong. Tapi sayang stok di toko kadang tidak ada ukuran yang dicari, atau warnanya beda.

Seminggu kemudian kita kembali ke Anyer membawa pesanan. Dengan motor Kanzen Pesona 5, kami tempuh perjalanan selama 6 jam. Begitu sampai tujuan, sang Kakak langsung bongkar paket belanjaan. (orang mah cape, suruh ngaso dulu kek.....). Mumpung masih semangat. Pakaian langsung dipisahkan untuk pesanan siapa. Besoknya, pakaian pesanan dibawa ke tempat kerjanya di sebuah hotel di daerah Cikoneng Anyer.

Jam 13.00 kita pulang ke Cikarang, tapi mampir dulu ke Cilegon sekalian nganterin pesanan adik. Ada kejadian lucu yang saya tangkap disana, anak perempuan tetangganya kakak-beradik langsung coba baju baru. Sayang punya sang adik bajunya kekecilan, akhirnya nangis merengek-rengek. Mungkin usianya sekitar 7 tahunan. O, ternyata kalo mau jualan mendingan tawarin sama anaknya aja, kalo anaknya mau pasti merengek ke orang tuanya. Mesti dibeliian gak boleh enggak.

Sementara Kiki (berkemeja hijau), anakku main dengan anak tuan rumah.

Jam 16.00 kita pamitan harus segera pulang ke Cikarang dengan motor Kanzen yang selalu setia menemani kemanapun. Setelah melalui perjalanan panjang kami tiba di rumah jam 21.00, membawa pesanan baru. Berikutnya kita akan paketin aja via Tiki biar gak keluar banyak tenaga.

2 komentar:

G. Sujatmiko mengatakan...

Sudah mulai terbuka jalan pa, lanjutkan. Semoga sukses.

nikolas mengatakan...

mas gun.maju terus!

salam bisnis